Showing posts with label Inspiring. Show all posts
Showing posts with label Inspiring. Show all posts

Sunday, February 6, 2011

Karena Tuhan Percaya bahwa Kamu Pasti Bisa!



Maukah kamu menengok sejenak ke dalam lorong masa lalu? Aku tidak bermaksud mengingatkanmu pada masa-masa suram yang ingin kau lupakan. Aku juga tidak bermaksud mengingatkanmu pada kenangan pahit yang membuatmu sedih. Aku hanya mengajakmu melihat masa lalu dengan sudut pandang yang berbeda.


Jika kamu mau merenunginya, sungguh kamu akan benar-benar terkejut ketika kamu menyadari bahwa kamu telah mampu melalui banyak sekali cobaan yang pernah menghampirimu saat itu.


***


Cobaan.


Ya. Hal tersebut tak pernah luput dari hidup kita. Bukan hanya kamu, semua orang di dunia ini pasti pernah mendapat cobaan. Bahkan jika kita mau ’melek’ akan keadaan di sekitar kita, setiap harinya selalu saja ada cobaan yang datang.


Ketika orangtuamu tak memberikan kasih sayang penuh padamu. Itu adalah cobaan.

Ketika tugas akhir kuliahmu tak kunjung selesai. Itu adalah cobaan.

Ketika KARIR yang kamu impi-impikan tak juga didapat. Itu adalah cobaan.

Ketika bisnismu bangkrut dan kamu terbelit hutang. Itu adalah cobaan.

Ketika orang yang kamu cintai meninggalkanmu begitu cepat. Itu adalah cobaan.


Jujur saja, setiap ada cobaan seringkali aku sudah merasa takut duluan. Aku takut jika aku tak bisa menghadapinya. Tapi nyatanya, seiring dengan berjalannya waktu, aku mampu melewati cobaan tersebut.


Kenapa bisa begitu?


Seorang teman pernah mengingatkanku, ”Kita hidup di dunia ini untuk menjalani ujian. Tuhan nggak pernah salah dalam memberi soal ujian kepada kita karena Ia pasti telah mengukurnya sesuai dengan kemampuan kita. Justru kita-lah yang sering salah menjawab ujian tersebut.”


Kalo kalimat tersebut kita renungi. Aku pikir benar juga.


Setiap cobaan dan musibah adalah ujian dari-Nya. Tetapi seringkali kita sudah beranggapan negatif. Kita pikir Tuhan memberi kita cobaan karena Ia membenci kita. Tidak, itu tidak mungkin. Tuhan tak mungkin membenci kita. Tuhan tak mungkin menyakiti makhluk ciptaan-Nya sendiri, bukan?


Aku yakin Tuhan memberikan kita cobaan karena Ia ingin menguji iman kita pada-Nya.

Aku yakin Tuhan memberikan kita cobaan karena Ia ingin kita menjadi lebih kuat.

Aku yakin Tuhan memberikan kita cobaan karena Ia ingin menyampaikan sesuatu pada kita.


Setiap ujian dalam hidup ini telah Ia ukur dengan cermat, sesuai dengan kapasitas kemampuan kita. Tak mungkin perhitungan Tuhan meleset.


Jika Tuhan telah mengukurnya, itu berarti... Tuhan percaya bahwa kamu pasti bisa!


Saat memberi ujian kepada kita Tuhan telah percaya terlebih dahulu bahwa kita pasti bisa melewati ujian ini. Jika, Tuhan saja percaya pada kita, kenapa kita harus takut menghadapi ujian tersebut?


Segala hal yang terjadi dalam hidup ini adalah yang TERBAIK yang Tuhan berikan pada kita. Bukankah Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu? Sudah seharusnya kita menghadapi ujian apapun yang Tuhan berikan dalam hidup ini.


Ketika segalanya terasa tak masuk akal..

Ketika segalanya terasa sulit untuk diterima..

Ketika segalanya terasa begitu menyakitkan..

Ketika kau merasa usahamu sia-sia..

Ketika kau merasa tak ada lagi yang peduli padamu..

Ketika kau merasa lelah dan hampir putus asa..


Ketika semua hal itu terjadi padamu, bangkitlah! Jangan pernah menyerah!

Karena Tuhan percaya bahwa kamu pasti bisa!


Tuhan tak akan pernah meninggalkanmu, Ia akan senantiasa menolongmu. Jika kamu bisa melewati cobaan yang Ia berikan, sungguh kamu akan mendapatkan hadiah (sebuah pelajaran berharga) yang belum pernah kamu dapatkan sebelumnya.


”Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.”

(QS Adh-Dhuha [93]: 5)


***


Dan ketika kamu mengingat kembali masa lalu, tak ada lagi hal menyakitkan yang akan kamu ingat karena kamu telah berhasil melewati berbagai cobaan yang Tuhan berikan. Pada akhirnya kamu akan tersenyum dan benar-benar bersyukur pada Tuhan atas segala hal yang terjadi dalam hidupmu ^_^

Wednesday, February 2, 2011

Ketika Tuhan memberikan ganti yang lebih baik

“Sometimes, we have to lose things before we can truly appreciate them.”


Kalimat itu benar adanya. Apakah kamu pernah kehilangan sesuatu hingga akhirnya kamu menyadari bahwa sesuatu tersebut sangatlah berarti dan penting dalam hidupmu?


Aku mengalaminya beberapa bulan terakhir ini.


Aku berada di tengah-tengah lingkungan yang berbeda 180 derajat dengan lingkunganku yang sebelumnya.


”Sometimes, we have to lose things...”


Ya. Aku kehilangan lingkungan kondusif yang selalu membuatku nyaman. Lingkungan yang mayoritasnya adalah orang-orang muslim. Aku begitu nyaman berada diantara mereka. Ketika kita saling mengingatkan satu sama lain tentang ibadah kita. Ketika kita saling berbagi tentang ilmu agama kita. Ketika saling terkagum-kagum dengan kebesaran Tuhan.


Sekarang, semua itu seolah-olah hilang. Lingkungan sekitarku sekarang mayoritas adalah non muslim. Kau tau? Sungguh aneh, ketika kita mendapati bahwa kita menyembah Tuhan yang berbeda. Sungguh aneh, ketika melihat orang lain tak melakukan ibadah yang sama dengan kita. Sungguh aneh, ketika hanya kita-lah yang memakai hijab diantara sekian banyaknya orang.


Kau tau? Ini pertama kalinya bagiku merasa seperti ini.


Tak ada lagi yang mengingatkanku untuk melaksanakan sholat.

Tak ada lagi yang mengajakku melakukan puasa senin-kamis.

Tak ada lagi yang mengingatkanku tentang pentingnya sholat tahajud.


Ada 1 hal yang kutakutkan saat itu. Aku takut kehilangan keimananku. Aku takut terpengaruh oleh lingkungan sekitarku.


“….before we can truly appreciate them.”


Ya. Aku memang takut kehilangan keimananku, tapi aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga disini.


Kau tau?

Ini pertama kalinya aku merasa bahwa Iman Islam adalah suatu hal yang penting yang harus aku jaga dengan baik.


Ketika aku berada di lingkunganku yang sebelumnya, aku sering merasa cukup atas iman yang kudapat. Tak ada keinginan lebih bagiku untuk meningkatkandan memperbaiki keimananku.


Sama seperti ketika kamu memiliki sebuah barang berharga, namun ternyata banyak sekali orang-orang disekitarmu yang mempunyai barang yang sama denganmu. Apa yang kau pikirkan? Kau pasti akan menganggap bahwa barangmu itu bukanlah barang yang berharga lagi sehingga kau tak tertarik untuk merawat dan menjaganya.


Itulah yang kurasakan saat itu.


Tapi sekarang berbeda.

Lingkunganku yang sekarang membuatku menganggap bahwa iman adalah suatu hal yang penting. Aku harus menjaga dan meningkatkan imanku karena ia adalah sesuatu yang berharga :)


”Ketika kita kehilangan sesuatu, maka Tuhan akan memberikan ganti yang lebih baik.”


Aku percaya hal itu. Aku berusaha untuk percaya.


Selain bertemu dan dihadapkan pada lingkungan yang sulit, ternyata Tuhan juga mempertemukanku dengan kalian, keluarga besar UKKI.


Ketika bertemu dengan kalian, aku menjadi tau bahwa aku tak sendiri. Aku menjadi tau, bahwa bukan hanya aku saja yang menghadapi ujian ini. Aku menjadi tau, bahwa kalian juga sedang berjuang keras menjaga keimanan kalian.


Aku menjadi benar-benar percaya bahwa Allah Maha Adil.


Jujur saja, aku kagum pada kalian, diantara sekian banyaknya orang yang telah melupakan nikmat islam, kalian justru berusaha untuk menjadi muslim dan muslimah yang lebih baik dihadapan Allah. Diantara sekian banyaknya orang yang masa bodoh dengan hidup mereka, kalian justru berusaha agar tetap berada di jalan Allah. Diantara sekian banyaknya orang yang tak peduli lagi dengan agama ini, kalian justru bersatu dan bangga dengan identitas islam.


Jika banyak diantara teman-teman SMP dan SMA-ku yang melepas hijab mereka ketika memasuki bangku kuliah, kalian justru berusaha untuk menutup aurat kalian, padahal banyak sekali orang-orang di sekiar kita yang memperlihatkan aurat mereka.


Oleh sebab itu, aku bersyukur telah dipertemukan dengan kalian :)

Bersama kalian, aku pikir aku akan mampu melewati ujian ini :)


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam datang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi asing sebagaimana kedatangannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu.” (HR. Muslim [145] dalam Kitab al-Iman.Syarh Muslim, 1/234).


Semoga kita termasuk golongan orang orang yang dimaksud dalam hadits tersebut. Amin.


This post is dedicated to : Keluarga Besar UKKI UBAYA

Friday, January 14, 2011

Buat aku bahagia, Tuhan.

Iseng-iseng kemaren aku buka facebook lagi. Seperti biasa, aku hanya tertarik membaca statusnya orang-orang. Bagiku, menyenangkan sekali mengetahui isi pikiran seseorang melalui update-an status mereka.


Ada 1 status yang cukup menyita perhatianku. Status dari seorang teman SMA.

Begini bunyinya : ”Tuhan, berikanlah dia bukti nyata bahwa dia terlahir bukan untuk selalu kecewa. Buat dia bahagia. Amin.”


Sebuah status yang berisi doa untuk seorang teman. Doa yang terdengar sederhana tetapi memiliki makna yang daleeeeem sekali. Status itu nancep banget di hati. Entah kenapa, aku merasa seperti aku-lah yang sedang didoakannya itu, walaupun sebenarnya bukan.


Kecewa.

Kata-kata itu kalo dipikirkan, sering menghampiriku akhir-akhir ini. Kalo diingat-ingat, banyak sekali kata kecewa yang kudapatkan ketimbang ucapan syukur.


Ada apa denganku?

Entahlah..

Aku hanya merasa kecewa pada diriku sendiri, pada lingkungan tempat kuliahku sekarang, pada keluarga tempatku dibesarkan, pada masa lalu yang ingin kulupakan.


Aku pernah menyampaikan unek-unek-ku ini pada Tuhan. Semua kekesalan kutumpahkan. Walaupun dalam beberapa hal aku mulai menerima kenyaatan yang terjadi. Tapi masi saja aku tetap kecewa.


Lebih bodohnya lagi, aku pernah menyalahkan Tuhan atas segala kejadian yang menimpaku. Ya Allah, sungguh maafkanlah hamba-Mu ini T___T


Apakah benar hidup ini hanya dipenuhi dengan kekecewaan?

Ketika segala sesuatu berjalan tidak sesuai dengan keinginan kita.

Ketika segala sesuatu menjadi semakin memburuk.

Ketika segala sesuatu tidak bisa kita selesaikan dengan baik.


Tidak, bukan?


Aku sedang berusaha untuk mengubah sudut pandangku.

Melihat segala hal dengan sudut pandang yang berbeda.

Melihat sisi positifnya, bukan sisi negatif.


Orang-orang bilang, nikmat yang diberikan Tuhan dalam hidup ini terlampau banyak dan tak bisa dihitung.


Banyak hal dalam hidup ini yang bisa disebut sebagai nikmat dari Tuhan.

Banyak hal dalam hidup ini yang seharusnya kita syukuri.

Bukan untuk kita sesali dan bukan untuk membuat kita kecewa.


Kau tau?

Merasa terus kecewa itu sungguh melelahkan sekali. Sungguh, kalo ada jalan lain, aku akan memilih untuk keluar dari lingkaran kekecewaan ini.


Aku ingin mengubah diriku, Tuhan.

Bantu-lah hamba..


Dalam hati aku berkata :

”Tuhan, berikanlah aku bukti nyata bahwa aku terlahir bukan untuk selalu kecewa. Buat aku bahagia. Amin.”


Thursday, December 23, 2010

Puisi tentang Cinta Abadi

Ini aku gag sengaja nemuin puisi yang sangat sangat keren sekali..


Jadi rugi banget kalo gag aku share ke kalian kalian semua..


Selamat membaca ya ^^


Cinta Abadi


Ada kekasih yang membuktikan cintanya dengan jutaan kalimat pujian dan rayuan..


Ada pula dengan sikap nan penuh kasih..


Tak sedikit dengan pengorbanan yang meluluh lantakkan harga diri..


Ada pula dengan menguras tenaga dan materi..


Namun bagiku..


Aku mencintai mu dengan menundukkan wajahku pada mu, bukan karena ku ingin berpaling dari mu, tapi karena ku ingin menjaga pandanganmu dari panah2 iblis..


Ku mencintaimu dengan tidak melemah lembutkan suaraku padamu, bukan karena ku ingin menyakitimu, namun karena ku ingin menjaga hatimu dari bisikan syaitan yang menipu..


Ku mencintaimu dengan menjauh darimu, bukan karena ku membencimu, namun karena ku ingin menjaga mu dr khalwat yang menjebak..


Ku mencintaimu dengan menjaga diri mu dan diriku.. Menjaga kesucianmu dan kesucianku.. Menjaga kehormatanmu dan kehormatanku.. Menjaga kebeningan hatimu dan hatiku..


Cinta.. Tak mengapa saat ini kita jauh, karena kelak Allah yang akan menyatukan kita dalam ikatan sucinya..


Karena itu jauh lebih berarti.. Jauh lebih abadi..


Karena ku yakin.. Janji Allah adalah pasti, wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik..


Seperti inilah ku mencintaimu..

Dengan menjaga kesucian diri jiwa dan hatiku.. Hanya untuk ku persembahkan pada mu kelak..


Oleh karena itu cinta.. Jaga kesucian cintamu juga hanya untukku..


Rabb.. padaMu ku titipkan cintaku padanya..



Sumber :

http://winda-sopiah.blogspot.com/2010/06/cinta-abadi.html


NB : salut sama yang bikin puisi ini :)

Tuesday, November 30, 2010

Kalimat penyemangat =)

Hai bloggers..
Hari ini aku mau berbagi sesuatu. Suatu hal penting yang menurutku bisa memotivasi kalian kalian semua...

Ini adalah sms yang kudapat dari seorang teman..

"Allahlah yang membuatmu mampu tersenyum walau menangis. Untuk bertahan saat dirimu merasa ingin menyerah. Untuk berdoa saat dirimu kehabisan kata-kata. Untuk mencintai walau hatimu hancur berkali-kali. Untuk mengerti walau tak satupun yang kelihatan memberi arti. Segalanya menjadi mungkin karena Allah membuatmu MAMPU. MAMPU untuk percaya dan meraih yang terbaik. Tetap SEMANGAT. Jangan Menyerah! Karena Allah akan selalu menguji kita dengan masalah yang sama, apabila kita belum mampu untuk melewatinya."

Subhanallah..
Kalian tau?? Saat membaca kalimat itu, aku merasa seolah Tuhan-lah yang sedang berkata kepadaku. Tuhan Maha Tahu bahwa aku sangat lelah dan ingin menyerah. Dia sungguh Maha Mendengar.. Dia mendengar doaku, dan menjawab semua kegundahanku saat itu lewat sebuah sms dari seorang teman.

Betapa luasnya Kasih Sayang Tuhan. Dan jikalau kita sadar, sebenarnya Tuhan selalu memperhatikan kita, Dia selalu ada untuk kita.

Segala nikmat dan cobaan berasal dari Tuhan. Kita tidak boleh kufur dan berputus asa! Karena dibalik semua itu pasti ada hikmah didalamnya. Dibalik semua itu sebenarnya Tuhan sedang berbicara kepada kita secara tidak langsung :)

Thursday, September 30, 2010

Suicide. Don't Suicide!

Bunuh diri.

Aku pernah menginginkan hal itu. Bahkan saat umurku masih 13 tahun keinginan itu begitu kuat melekat dalam benakku.


Entahlah apa yang membuatku bisa berpikir hingga ke sana. Yang kutahu saat itu aku berada pada titik terendah dalam kehidupanku, ketika aku merasa bahwa tak ada yang peduli padaku, tak ada yang benar-benar mengerti perasaanku.


Aku terjebak dalam sepi. Kesepian yang terkadang membuatku nyaman namun tersiksa.

Aku menjerit dalam hati, meminta kepada Tuhan agar aku tak perlu lama-lama hidup di dunia ini.


Bahkan saking putus asanya, aku meminta agar aku diberi penyakit yang mematikan.

Sungguh, aku tak bohong! Aku pernah meminta begitu kepada Tuhan.

Itu doa yang kupanjatkan karena saat itu aku tak tahan untuk menjalani kehidupanku lagi..


Jika perlu, mungkin keinginan untuk bunuh diri itu patut dipertimbangkan. Tapi aku tak melakukannya. Aku tak melakukannya hingga saat ini.


Apa aku takut? Mungkin sedikit.

Tapi bukan itu alasan sebenarnya.


Kau mau tau?

Tuhan-lah yang membuatku membuang jauh-jauh keinginanku itu..

Tuhan-lah yang mencegahku melakukan hal tersebut..

Tuhan-lah yang menegurku lewat kejadian-kejadian tak disangka yang nyaris menimpaku...


***


Kejadian ini berulang-ulang terjadi padaku.


Saat kelas 4 SD, aku terjatuh dari becak di tengah-tengah jalan raya. Saat itu hujan deras. Banyak mobil dan motor yang berlalu lalang.


Syok! Itulah reaksiku. Aku jatuh dalam posisi merangkak. Tasku beserta isinya juga ikut jatuh. Untung saja Tuhan masih menyelamatkanku, tak ada kendaraan yang menabrakku. Aku berdiri perlahan-lahan, kembali duduk didalam becak dengan pikiran kosong serta tanda tanya besar atas peristiwa itu.


Kemudian, saat aku SMP. Sepulang sekolah, aku tergesa-gesa hendak masuk kedalam angkot. Aku membawa payung karena saat itu juga sedang hujan. Ketika aku baru akan naik kedalam angkot, tiba-tiba dari belakangku ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang. Aku masih ingat, pinggiran payungku sampai bengkok karena bergesekan dengan mobil tadi. Tapi badanku nggak kenapa-kenapa, padahal jarak mobil itu dari badanku hanya sekitar 15 cm! Nyaris, bukan?


Kemudian, saat aku SMA. Waktu itu aku hendak menyebrang jalan ke gerbang sekolah. Aku menoleh kearah kanan karena memang jalan itu adalah jalan satu arah yang dilalui dari arah kanan. Ketika aku sudah menyebrang ditengah-tengah, tiba-tiba ada sebuah motor yang mengerem mendadak dari arah kiriku. Aku kaget! Melihat motor itu yang jaraknya sanggaaaaaat dekat dengan tempat aku berdiri. Mungkin, jika si pengendara itu luput untuk mengerem motornya, saat itu bisa saja aku jadi korban kecelakaan.


Tapi yang terjadi tidak demikian. Aku tidak kenapa-napa...


Masih ada sekitar 5 kejadian lagi yang membuatku nyaris hampir kecelakaan. Tapi tidak aku ceritakan disini karena menurutku akan sangat panjang sekali.


Setidaknya dari semua kejadian itu, aku tetap sehat-sehat saja sampai sekarang. Aku masih hidup.


Image and video hosting by TinyPic


Kau tahu, apa hikmah yang kuambil dari semua kejadian itu?


Janganlah berpikir untuk mengakhiri hidup ini secepatnya...


Kematian itu adalah sesuatu yang pasti. Hal itu tidak akan menghampirimu jika bukan tenggat waktu yang telah Dia putuskan. Kematianku, kematianmu, semua ada masa nya.


Janganlah berpikir untuk melakukan bunuh diri!


Tuhan masih menyayangimu, bagaimanapun keadaanmu. Seberapa putus asanya kamu, Dia berada di sisimu. Ingatlah, kamu tidak sendirian!


Tak apa jika seluruh dunia memusuhimu.

Tak apa jika semua orang mencemoohmu.

Tak apa jika tak ada seorang pun yang mau menolongmu.


Ingatlah, masih ada Tuhan.

Dia, melihatmu dengan sudut pandang yang berbeda.

Dia, akan menolongmu melalu peristiwa-peristiwa yang tak terduga.

Dia, selalu mengawasimu dan memerhatikanmu.


Hargailah apa yang telah Tuhan berikan padamu.

Hargailah hidup ini.

Setidaknya, bertahanlah untuk tetap hidup demi Tuhan.


Image and video hosting by TinyPic


P.S :

This post is dedicated to myself and for everyone in this world who living desperately. Just remember, You are not alone!

Friday, July 23, 2010

Antara harapan, impian dan hidup...


Apakah kau punya impian?

Aku punya. Jumlahnya mungkin ratusan.

Harapan-harapan itu aku gantungkan dalam langit permintaanku pada Tuhan.

Aku pajang setinggi mungkin agar Tuhan bisa melihat dengan jelas.

Aku iringi dengan lantunan doa agar salahsatu harapanku itu terkabul.


Aku mengoleksi banyak harapan.

Harapan yang makin lama ukurannya menjadi besar menjadi impian.

Impian yang membuatku merasa lebih berharga sebagai manusia.


Apakah kau punya impian?

Kalau kau punya, tulislah semua impian-impianmu itu.

Impian-impian itu akan membuatmu semakin hidup.

Impian-impian itu akan membuatmu semakin bersemangat.


Dengan impian, hidupmu tak akan sia-sia karena kau mempunyai sesuatu yang harus diraih dan digapai..


Tataplah dengan lurus impianmu itu..

Sapa-lah dia, sambutlah dia..

Jangan pernah lepaskan impianmu..

Genggamlah terus..


Image and video hosting by TinyPic


Impian akan membawamu pada kebahagiaan..

Kau tak akan bosan bersamanya..


Dengan impian, kau akan membuat hidup ini lebih berarti..

Dengan impian, kau tak perlu berteman dengan keputus-asaan..

Kau hanya perlu bersahabat dengan doa dan kesungguhan..

Mereka akan mengantarkanmu pada ladang impian..

Ladang yang akan menentramkan jiwamu..


Dengan impian, kau tak akan punya alasan untuk bosan hidup..

Dengan impian, kau tak akan bertemu dengan kata ’bunuh diri’

Karena dengan impian, kau akan lebih menghargai hidup ini..

Kau akan mengerti tentang arti hidup yang patut diperjuangkan..

Friday, May 21, 2010

Masalah akan selalu ada...

Dulu aku nggak mengerti kenapa aku harus berhadapan terus dengan masalah-masalah tiap harinya.. Setiap yang satu terselesaikan, pasti akan ada masalah lain yang datang..

Apalagi masalahku yang satu ini.
Kenapa orangtuaku selalu sibuuukkk kerja dan menganggap kerja itu adalah sesuatu yang sangaaattt penting???

Masalah ini seakan tak mau pergi dari kehidupanku. Datang terus seolah ia betah berdekatan denganku.

Terkadang aku mencoba tuk bersabar dan terkadang pula aku meneteskan air mata ketika ayah dan ibu lebih mementingkan bekerja daripada mengajakku liburan ke suatu tempat. Tak ada waktu kosong bagi mereka. Kecuali hari minggu dan tanggal-tanggal merah..

Honestly, aku agak iri dengan teman-temanku..
Ketika orangtua mereka mengajak mereka liburan..
Ketika orangtua mereka bersedia datang mengambil rapor..
Ketika orangtua mereka mendampingi mereka ke stasiun..
Ketika orangtua mereka menelpon mereka jika sedang berada jauh dari rumah..

Dan masih banyak hal lainnya yang membuatku agak iri.. Hm, salahkah jika aku merasa seperti itu?

Ingin rasanya aku mencoba tuk bertukar tempat. Aku berandai-andai ingin punya keluarga seperti teman-temanku itu.. Hmm, hanya tuk beberapa hari saja, aku penasaran gimana rasanya mendapatkan rasa kasih sayang yang melimpah seperti mereka..

Sungguh, aku pengen tauu..

Tapiii... seperti inilah takdirku. Aku tak bisa memilih di keluarga mana aku mau dilahirkan. Aku tak bisa menentukannya. Yang berkehendak adalah Tuhan.

Aku tau, Tuhan pasti punya alasan tersendiri mengapa aku diberi cobaan seperti ini..
Aku yakin, rencana Tuhan adalah yang terbaik bagiku..
Meskipun tidak sesuai dengan keinginanku, tapi aku yakin ada hikmah di balik semua ini..

Yap... Dan hikmah itu baru aku rasakan beberapa hari belakangan ini..
Well, tepatnya saat acara Wisuda-ku, 5 hari yang lalu..

Saat itu lagi-lagi ibu tak bisa datang. Dengan satu alasan yang sama. Kerja.
Begitu juga dengan ayahku, beliau malah bilang gini, ”Sudahlah nak, pekerjaan itu lebih penting daripada menghadiri acara yang kayak gitu. Kerja itu kan buat menghidupi keluarga.”

Kau tau, bagaimana reaksiku??
Aku kecewa. Hanya itu.
Perasaanku tak sesedih saat pertama kali aku tau bahwa pekerjaan itu sangat penting bagi mereka. Perasaanku nggak sesakit seperti saat mereka berulang-ulang mengatakan sibuk. Aku nggak menangis, berbeda dengan yang kulakukan sebelum-sebelumnya...

Mungkin, aku sudah bisa maklum dan menerima hal ini..
Yap, menerima takdir yang telah Tuhan gariskan padaku..
Setidaknya aku menjadi tau akan suatu hal, mengapa masalah itu selalu datang dan tak pernah kunjung habis..

Dengan masalah, aku belajar untuk menjadi lebih dewasa..
Dengan masalah, aku belajar untuk berpikir positif..
Dengan masalah, aku akan kebal terhadap masalah itu sendiri..


Image and video hosting by TinyPic


Meskipun pada awalnya sakit, tapi ketika masalah yang sama itu datang terus-menerus, lama kelamaan rasa sakit itu berkurang dan pada akhirnya aku tak merasakan rasa sakit itu lagi..