Showing posts with label About myself. Show all posts
Showing posts with label About myself. Show all posts

Friday, January 14, 2011

Buat aku bahagia, Tuhan.

Iseng-iseng kemaren aku buka facebook lagi. Seperti biasa, aku hanya tertarik membaca statusnya orang-orang. Bagiku, menyenangkan sekali mengetahui isi pikiran seseorang melalui update-an status mereka.


Ada 1 status yang cukup menyita perhatianku. Status dari seorang teman SMA.

Begini bunyinya : ”Tuhan, berikanlah dia bukti nyata bahwa dia terlahir bukan untuk selalu kecewa. Buat dia bahagia. Amin.”


Sebuah status yang berisi doa untuk seorang teman. Doa yang terdengar sederhana tetapi memiliki makna yang daleeeeem sekali. Status itu nancep banget di hati. Entah kenapa, aku merasa seperti aku-lah yang sedang didoakannya itu, walaupun sebenarnya bukan.


Kecewa.

Kata-kata itu kalo dipikirkan, sering menghampiriku akhir-akhir ini. Kalo diingat-ingat, banyak sekali kata kecewa yang kudapatkan ketimbang ucapan syukur.


Ada apa denganku?

Entahlah..

Aku hanya merasa kecewa pada diriku sendiri, pada lingkungan tempat kuliahku sekarang, pada keluarga tempatku dibesarkan, pada masa lalu yang ingin kulupakan.


Aku pernah menyampaikan unek-unek-ku ini pada Tuhan. Semua kekesalan kutumpahkan. Walaupun dalam beberapa hal aku mulai menerima kenyaatan yang terjadi. Tapi masi saja aku tetap kecewa.


Lebih bodohnya lagi, aku pernah menyalahkan Tuhan atas segala kejadian yang menimpaku. Ya Allah, sungguh maafkanlah hamba-Mu ini T___T


Apakah benar hidup ini hanya dipenuhi dengan kekecewaan?

Ketika segala sesuatu berjalan tidak sesuai dengan keinginan kita.

Ketika segala sesuatu menjadi semakin memburuk.

Ketika segala sesuatu tidak bisa kita selesaikan dengan baik.


Tidak, bukan?


Aku sedang berusaha untuk mengubah sudut pandangku.

Melihat segala hal dengan sudut pandang yang berbeda.

Melihat sisi positifnya, bukan sisi negatif.


Orang-orang bilang, nikmat yang diberikan Tuhan dalam hidup ini terlampau banyak dan tak bisa dihitung.


Banyak hal dalam hidup ini yang bisa disebut sebagai nikmat dari Tuhan.

Banyak hal dalam hidup ini yang seharusnya kita syukuri.

Bukan untuk kita sesali dan bukan untuk membuat kita kecewa.


Kau tau?

Merasa terus kecewa itu sungguh melelahkan sekali. Sungguh, kalo ada jalan lain, aku akan memilih untuk keluar dari lingkaran kekecewaan ini.


Aku ingin mengubah diriku, Tuhan.

Bantu-lah hamba..


Dalam hati aku berkata :

”Tuhan, berikanlah aku bukti nyata bahwa aku terlahir bukan untuk selalu kecewa. Buat aku bahagia. Amin.”


Monday, October 4, 2010

Kacau...

Hai blogers..
Akhir-akhir ini hari demi hari terasa menjemukan bagiku

Cobaan dunia,
ah--- cobaan dunia itu terlalu banyak.
bagaimana aku bisa bertahan, Tuhan??

Banyak sekali pertanyaan yang tiba-tiba muncul dipikiranku..

Apakah aku bahagia?
Apakah aku sudah menjalani hidup ini dengan baik?
Apakah aku sudah mengisi hidup ini dengan hal-hal yang berharga?
Apakah aku sudah beriman??

Kenapa aku masih khawatir dengan urusan duniaku?
Kenapa terkadang aku lalai pada khidupanku di akhirat nanti??
Kenapa? Kenapa??

Apa aku sudah lupa bahwa umurku ini mempunyai batas?
Apa aku sudah lupa bahwa tak selamanya aku menghirup nafas di dunia ini?
Apa aku sudah lupa bahwa kehidupan dunia tidaklah kekal??

Ya Allah berilah hamba petunjuk-Mu..
Bimbinglah hamba ya Allah..
Aku sedang kacau , Tuhan..

Semoga aku bisa tersadar sebelum ajalku tiba, ya Allah..

Thursday, September 30, 2010

Suicide. Don't Suicide!

Bunuh diri.

Aku pernah menginginkan hal itu. Bahkan saat umurku masih 13 tahun keinginan itu begitu kuat melekat dalam benakku.


Entahlah apa yang membuatku bisa berpikir hingga ke sana. Yang kutahu saat itu aku berada pada titik terendah dalam kehidupanku, ketika aku merasa bahwa tak ada yang peduli padaku, tak ada yang benar-benar mengerti perasaanku.


Aku terjebak dalam sepi. Kesepian yang terkadang membuatku nyaman namun tersiksa.

Aku menjerit dalam hati, meminta kepada Tuhan agar aku tak perlu lama-lama hidup di dunia ini.


Bahkan saking putus asanya, aku meminta agar aku diberi penyakit yang mematikan.

Sungguh, aku tak bohong! Aku pernah meminta begitu kepada Tuhan.

Itu doa yang kupanjatkan karena saat itu aku tak tahan untuk menjalani kehidupanku lagi..


Jika perlu, mungkin keinginan untuk bunuh diri itu patut dipertimbangkan. Tapi aku tak melakukannya. Aku tak melakukannya hingga saat ini.


Apa aku takut? Mungkin sedikit.

Tapi bukan itu alasan sebenarnya.


Kau mau tau?

Tuhan-lah yang membuatku membuang jauh-jauh keinginanku itu..

Tuhan-lah yang mencegahku melakukan hal tersebut..

Tuhan-lah yang menegurku lewat kejadian-kejadian tak disangka yang nyaris menimpaku...


***


Kejadian ini berulang-ulang terjadi padaku.


Saat kelas 4 SD, aku terjatuh dari becak di tengah-tengah jalan raya. Saat itu hujan deras. Banyak mobil dan motor yang berlalu lalang.


Syok! Itulah reaksiku. Aku jatuh dalam posisi merangkak. Tasku beserta isinya juga ikut jatuh. Untung saja Tuhan masih menyelamatkanku, tak ada kendaraan yang menabrakku. Aku berdiri perlahan-lahan, kembali duduk didalam becak dengan pikiran kosong serta tanda tanya besar atas peristiwa itu.


Kemudian, saat aku SMP. Sepulang sekolah, aku tergesa-gesa hendak masuk kedalam angkot. Aku membawa payung karena saat itu juga sedang hujan. Ketika aku baru akan naik kedalam angkot, tiba-tiba dari belakangku ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang. Aku masih ingat, pinggiran payungku sampai bengkok karena bergesekan dengan mobil tadi. Tapi badanku nggak kenapa-kenapa, padahal jarak mobil itu dari badanku hanya sekitar 15 cm! Nyaris, bukan?


Kemudian, saat aku SMA. Waktu itu aku hendak menyebrang jalan ke gerbang sekolah. Aku menoleh kearah kanan karena memang jalan itu adalah jalan satu arah yang dilalui dari arah kanan. Ketika aku sudah menyebrang ditengah-tengah, tiba-tiba ada sebuah motor yang mengerem mendadak dari arah kiriku. Aku kaget! Melihat motor itu yang jaraknya sanggaaaaaat dekat dengan tempat aku berdiri. Mungkin, jika si pengendara itu luput untuk mengerem motornya, saat itu bisa saja aku jadi korban kecelakaan.


Tapi yang terjadi tidak demikian. Aku tidak kenapa-napa...


Masih ada sekitar 5 kejadian lagi yang membuatku nyaris hampir kecelakaan. Tapi tidak aku ceritakan disini karena menurutku akan sangat panjang sekali.


Setidaknya dari semua kejadian itu, aku tetap sehat-sehat saja sampai sekarang. Aku masih hidup.


Image and video hosting by TinyPic


Kau tahu, apa hikmah yang kuambil dari semua kejadian itu?


Janganlah berpikir untuk mengakhiri hidup ini secepatnya...


Kematian itu adalah sesuatu yang pasti. Hal itu tidak akan menghampirimu jika bukan tenggat waktu yang telah Dia putuskan. Kematianku, kematianmu, semua ada masa nya.


Janganlah berpikir untuk melakukan bunuh diri!


Tuhan masih menyayangimu, bagaimanapun keadaanmu. Seberapa putus asanya kamu, Dia berada di sisimu. Ingatlah, kamu tidak sendirian!


Tak apa jika seluruh dunia memusuhimu.

Tak apa jika semua orang mencemoohmu.

Tak apa jika tak ada seorang pun yang mau menolongmu.


Ingatlah, masih ada Tuhan.

Dia, melihatmu dengan sudut pandang yang berbeda.

Dia, akan menolongmu melalu peristiwa-peristiwa yang tak terduga.

Dia, selalu mengawasimu dan memerhatikanmu.


Hargailah apa yang telah Tuhan berikan padamu.

Hargailah hidup ini.

Setidaknya, bertahanlah untuk tetap hidup demi Tuhan.


Image and video hosting by TinyPic


P.S :

This post is dedicated to myself and for everyone in this world who living desperately. Just remember, You are not alone!

Monday, September 27, 2010

Kusadari akhirnya...

Kusadari akhirnya kerapuhan imanku
t'lah membawa jiwa dan ragaku
ke dalam dunia yang tak tentu arah

Kusadari akhirnya Kau tiada duanya
Tempat memohon beraneka pinta
Tempat berlindung dari segala marabahaya

(Gigi - Akhirnya)


Akhir-akhir ini aku sering memutar lagu itu. Kalimat-kalimatnya seolah mewakili perasaanku saat ini.

Ya, aku merasa imanku sedang rapuh, Tuhan.
Aku tersesat. Aku bingung akan kehidupan dunia..
Dalam 2 bulan terakhir ini terasa kosong dan hampa..

Inilah yang kutakutkan, Tuhan..
Ketika aku sibuk akan urusan duniaku.
Ketika tugas-tugas kuliahku begitu menyita pikiranku.

Aku tak tau, Tuhan..
Aku menjadi sangat khawatir sekarang..
Aku takut, Tuhan..

Aku ingin kembali lagi pada-Mu..
Aku ingin bersandar di pundak-Mu lagi..
Aku ingin kembali dekat dengan-Mu..

Kumohon Tuhan maafkan aku,
Aku yang seringkali lupa akan nama-Mu..
Aku yang seringkali mengabaikan perintah-Mu..

Darimana aku harus memulai, Tuhan??

Kumohon berilah aku petunjuk-Mu..
Sentuhlah hatiku untuk kembali ke jalan-Mu Tuhan..

Thursday, June 10, 2010

They didn't even know me..

Aku jadi teringat dengan perkataan seorang teman padaku, ”Dew, hidupmu kog damai-damai aja ya? Kayak gag punya masalah..”

Aku yang mendengarnya hanya tersenyum kecil. Namun dalam hati sebenarnya aku merasa kecewa. Kecewa karena teman-temanku tampaknya belum mengenalku dengan sangat baik.

***

Siapa bilang aku tak punya masalah?

Aku sama seperti kamu. Aku sama seperti mereka. Aku sama seperti kalian semua.

Aku juga punya masalah. Dan semua orang di dunia ini pasti punya masalah.

Hanya saja aku tak menampakkannya. Aku tak menginginkan orang lain tau tentang masalahku. Aku lebih memilih untuk menyembunyikan dan memendamnya saja.

Apa aku salah??

Image and video hosting by TinyPic


Beginilah aku.

Aku lebih suka memasang tampang ’baik-baik saja' di depan teman-temanku.
Aku memakai topeng terbaikku agar mereka tak bisa melihat apa yang sedang kusembunyikan.

Tetap tersenyum. Tunjukkan kebahagiaan. Dan tampaknya cara ini berhasil.

Mereka mengenalku sebagai sosok yang bahagia.
Mereka mengenalku sebagai pribadi yang ceria.
Nyaris mereka tak menemukanku sedang bersedih.

Tidakkah mereka tau?
Tawa canda yang kukeluarkan..
Senyum keceriaan yang kusungging..
Itu semua kulakukan karena aku sedang ingin menghibur diriku sendiri.
Aku ingin melupakan sejenak masalah yang aku punya.
Apa aku salah??

Beginilah aku. Aku memang tertutup.
Aku tak ingin membawa-bawa masalahku keluar rumah..
Aku tak ingin memunculkannya ke permukaan..

Terkadang aku nyaman dengan caraku ini.
Namun, tak jarang pula aku merasa tersiksa.

Ada satu sudut didalam hatiku yang meminta perhatian
Jauh didalam lubuk hatiku, aku ingin diperhatikan..

Tak adakah orang yang bisa menembus melihat kebalik topengku ini?
Tak adakah orang yang bisa mengerti tentang masalah yang sedang kualami?

Tak adakah orang yang bisa memahami bahwa aku tak seceria yang mereka kira?


Image and video hosting by TinyPic


Bagaimana kabarku?
Aku ’baik-baik’ saja.
Itu bohong. Percayalah..
In fact, I’m not that okay..
I’m struggling through every problem I had. Well, I’m trying.

So, please stop to think that you’re the only one who had problems..

Aku juga punya masalah.
Sama seperti kamu.